Dua lelaki lain dalam keluarga kecilku. Mereka mungkin tidak terlalu mirip, tapi ketika berkumpul, asli kompak banget. 

Seperti sore ini, saat aku pulang dari sekolah. Si Abang minta gendong, eh si adek ga mau kalah, ikutan. 😁😁

Badan sih emang lelah, juga masih gerah, tapi semua sirna saat melihat tawa mereka. 

Sebuah tawa tulus, bahagia melihat Apah tercinta pulang kerja. Mereka ingin dimana, diajak bercengkerama. Suatu hal yang tidak selalu mampu kupenuhi. 😥

Buat kalian, dua Huwaidi dalam hidupku. Maafkan Apah yang tidak selalu siap sedia. Ampuni Apah yang mungkin terlalu lelah hingga tak sempat bersikap layaknya seorang Ayah. 

I love you, dua Huwaidi dalam hidupku. Selalu. 

Komentar

Postingan Populer